

“Pernah waktu itu, Mbah lagi menghitung uang di pinggir jalan, niatnya mau bawa cucu terapi ke RS. Tiba-tiba ada 2 orang naik motor yang langsung curi uang Mbah. Mbah kejar, tapi kaki Mbah gak kuat, malah berdarah. Mbah cuma bisa nangis, ngumpulinnya berbulan-bulan. Berat sekali ujian Mbah..” - tangisan Mbah Sumardi.
Di bawah pohon rindang, seorang kakek berusia 71 tahun, matanya berkaca-kaca sambil mengamati dagangannya. Sudah hampir petang, mainannya masih utuh. Kakek itu hanya bisa menghela nafas, sambil memikirkan cara bagaimana ia bisa memberi makan untuk sang cucu yang menderita disabilitas.

“Mbah belum pulang dari kemarin nak, semalam tidur di masjid, gak makan karena dagangan belum laku. Hari ini baru laku 4 mainan, cuma dapat 30 ribu. Mbah untung 5 ribu. Uang itu buat beli 1 bungkus nasi, gak pakai lauk. Sisanya Mbah tabung untuk biaya berobat cucu.” - Mbah Sumardi.
Matanya tak bisa melihat jelas, tubuhnya bungkuk, Mbah berjalan 25 KM sambil memikul wadah besar seberat 25 kg. Bahunya sering luka, beliau menahan sakit dan perih pada perutnya.

Ketika perjalanan pulang, Mbah Sumardi sering kehujanan tengah malam karena tak ada tempat berteduh. Tubuhnya yang menggigil tidak ia lindungi, melainkan berusaha menutupi mainannya yang belum terjual dengan kain.

Istri Mbah sudah meninggal dunia, ia memiliki tanggung anak perempuannya yang sudah bercerai, dan cucunya yang sakit lumpuh. Sang cucu tak mampu berdiri dan berbicara, bahkan sering kejang-kejang. Terakhir kali sang cucu diperiksakan ke dokter atas bantuan orang baik, dan hingga kini belum diperiksakan kembali karena kekurangan biaya.

Mbah bercerita, ia terancam diusir dari kostnya, karena belum bayar tagihan bulan lalu sebesar 370 ribu. Mbah menangis kebingungan “Ya Allah, saya dan cucu nanti akan tinggal dimana?”

Begitu luar biasa kisah hidup Mbah Sumardi. Ketegaran Mbah bisa jadi teladan. Maukah kamu membuat Mbah Sumardi tersenyum hari ini tanpa ada rasa sedih sedikitpun? Yuk, sisihkan sedikit rezeki untuk bantu Mbah Sumardi, dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.
Tak hanya mendoakan dan berdonasi, saudara-saudara juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang turut menemani perjuangan Mbah Sumardi.
Terima kasih banyak, #orangbaik!