
“Kalau lagi nggak laku ya nggak makan, puasa juga. Kadang kuat, kadang nggak kuat tapi dikuat-kuatin. Demi keluarga di kampung, saya nggak papa ikat perut supaya bisa nahan lapar.” Mbah Sus berusaha tegar.
Beliau adalah Mbah Sus, lansia 64 tahun yang merantau sendirian demi bisa mencari nafkah untuk keluarganya di kampung.
Mbah Sus menjual perabotan kayu seperti dipan, pintu, kursi dan meja dengan menarik gerobak lusuhnya. Beliau tiap hari menempuh jarak belasan kilometer untuk cari pembeli. Tapi sayang, dagangan Mbah susah laku.
Dalam seminggu paling hanya 1 atau 2 barang saja yang terjual. Bahkan tak jarang berminggu-minggu tak ada pembeli sama sekali.
Seringkali Mbah Sus kelaparan dan tidak bisa makan karena tak ada pembeli. Mbah Sus juga sering puasa meskipun sudah tidak kuat. Tapi Mbah Sus tak punya pilihan, bahkan Mbah mengikat perutnya pakai karet supaya bisa menahan lapar seharian.
Padahal fisik Mbah yang makin tua nggak bisa bohong, Mbah jadi lemas dan makin gampang lelah. Belum lagi gerobak besar dan berisi perabotan kayu itu tidaklah ringan.
Sedih rasanya melihat lansia yang seharusnya bisa beristirahat di usia senjanya malah harus bekerja keras demi bisa menyambung hidup. Mari tunjukkan kepedulian pada Mbah Sus dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.
4. Dapatkan laporan melalui email.
![]()
Menanti doa-doa orang baik