
"Dokter, tolong amputasi saja kaki saya, saya sudah tidak kuat lagi!" ujar ak Budi tiba-tiba, yang membuat dokter di depannya kaget.
Tersiksa! Begitulah yang dirasakan Pak Budi yang menjadi korban kecelakaan 5 tahun silam. Selama bertahun-tahun itu pula Pak Budi merasakan ngilu luar biasa di kakinya.

Kami bertemu Pak Budi yang berseragam ojol di jalan, saat itu beliau hampir saja jatuh dari motor. Kami bergegas menghampiri untuk menolong beliau. Wajah pak Budi terlihat lelah dan sangat pucat, keringat dingin juga membanjiri wajahnya. Kami langsung meminta beliau untuk menepi dari jalan raya.
Yang mengagetkannya lagi, ternyata Pak Budi menjadi ojol sambil membawa tongkat karena kakinya cacat. Pantas saat hampir jatuh tadi beliau terlihat kesusahan untuk berdiri.
"Bapak kenapa? Kalau sakit jangan kerja dulu pak, berbahaya.." ucapku terenyuh melihat keadaannya. Kami juga menawarkan bantuan untuk mengantarkan beliau ke rumah, khawatir beliau pingsan di jalan.
Kami sampai di kost tempat beliau tinggal, terlihat sempit dan kumuh. Pak Budi berterimakasih, kemudian mulai bercerita tentang kecelakaan tragis itu sambil menangis.
Pak Budi dulu aktif bekerja dan sering menerima orderan. Namun kini untuk bekerja pun sebenarnya beliau tak sanggup. Menerima 2- 3 orderan saja beliau sudah keringat dingin, seketika matanya menjadi buram bahkan pernah pingsan di jalan.
Namun apalah daya, bila tak bekerja ia tak bisa membayar biaya kost yang menunggak dan kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Cerita sedih ini bermula lima tahun lalu saat motor yang dikendarainya ditabrak oleh mobil dari belakang. Pak Budi terlempar di jalan dan tak sadarkan diri, ia pun segera di bawa ke UGD oleh warga yang ada di sekitar lokasi kejadian.
Pak Budi sempat koma selama beberapa hari dengan kondisi banyak tulang yang patah. Setelah itu beliau menjalani operasi pasang pen untuk membantunya bisa berjalan lagi.
Namun karena keterbatasan ekonomi, Pak Budi tak bisa rutin kontrol ke RS. Padahal tulang kaki kiri Pak Budi sangat ngilu akibat pen tersebut. Syaraf-syaraf kakinya mengecil sehingga bagian kulit luar dan dagingnya mati rasa meski di tusuk dengan pisau sekalipun.
Kini pen tersebut tidak bisa dicabut karena sudah menyatu dengan tulang dan daging.

Selain dipasang pen, kaki kiri Pak Budi juga memakai sepatu khusus dari besi dan beliau selalu membawa tongkat untuk menopang tubuhnya agar bisa berdiri dan berjalan.
Karena kondisi Pak Budi yang seperti itu, dokter sebenarnya sudah melarang agar Pak Budi tidak bekerja menjadi ojol lagi karena sangat beresiko jatuh atau pingsan di jalanan.

Namun apalah daya, meski Pak Budi juga ingin kerja di rumah, tapi beliau tak punya modal untuk membuka toko grosir sembako impiannya.
#OrangBaik yuk kita bantu Pak Budi dapatkan kerja yang lebih aman dan ramah difabel supaya bisa nafkahi keluarganya.
Salurkan donasi terbaik #OrangBaik dengan cara:
Terima Kasih Orang Baik!
Donasi dari galang dana ini juga akan digunakan untuk penerima manfaat dengan kondisi dan kebutuhan serupa lainnya di bawah naungan Rumah Peduli Annisa.
![]()
Menanti doa-doa orang baik