
Sungguh menyayat hati! Driver ojol ini banting tulang, keliling naik motor sambil gendong malaikat kecilnya yang menderita lumpuh otak. Orderannya sering di cancel hingga tak sanggup bawa anaknya berobat!

“Pernah suatu hari saat antar penumpang, Rafa tiba-tiba nangis dan kejang-kejang. Saya terpaksa berhenti ditengah jalan dan kasih susu buat Rafa. Kadang ada customer yang minta di cancel dan gak kasih upah sama sekali..” lirih Pak Agus.

Dibawah terik matahari di Kota Denpasar, Bali, aku melihat Pak Agus (38 tahun), seorang driver ojol sedang memeluk anaknya yang menangis dan kejang-kejang. Terlihat raut wajah bingung dan panik, matanya berkaca-kaca.
Awalnya, aku kira Pak Agus mau membawa anaknya berobat ke rumah sakit. Ternyata, selama ini Pak Agus kerja narik ojek sambil gendong anaknya yang sakit lumpuh otak. Badannya kurus kering, tulang kaki dan tangannya lemas tak berdaya.

Pak Agus tak punya pilihan lain selain membawa Rafa bekerja. Semenjak istrinya meninggal akibat Covid-19, mereka hanya tinggal berdua. Pak Agus tak bisa meninggalkan Rafa sendirian di kontrakan karena ia sering kejang dan sesak napas.
Dalam sehari, Rafa bisa kejang sampai 15 kali. Biasanya anak lumpuh otak juga kesulitan bernapas dan tak bisa bergerak. Bahkan, untuk menggerakkan jarinya saja Rafa bisa menangis histeris padahal usianya sudah 6 tahun.

Hal ini terjadi karena pengobatan Rafa terputus. Seharusnya ia rutin mengikuti terapi seumur hidup. Namun, biaya sekali terapi tidaklah sedikit bagi Pak Agus. Setiap 2 minggu Rafa butuh biaya 2 juta, itupun diluar obat dan susu. Belum lagi biaya kost yang sering nunggak.

Sahabat, maukah kamu bantu Pak Agus agar bisa bawa anaknya Rafa ke RS untuk mendapat perawatan intensif? Kami mengajakmu bersama bantu Rafa sembuh lewat uluran tangan kebaikanmu dengan cara:
Terima Kasih Orang Baik!
Donasi dari galang dana ini juga akan digunakan untuk penerima manfaat dengan kondisi dan kebutuhan serupa lainnya di bawah naungan Rumah Peduli Annisa.
![]()
Menanti doa-doa orang baik