
Kalo diingat lagi, hati saya hancur gak bisa kasih pengobatan yang layak buat anak saya. Tapi saya berjuang sendirian mas, hanya bisa jualan gorengan...
Bu Saidah yang berjuang sebagai single parent sudah berusaha mati-matian untuk bertahan hidup dan pemulihan kondisi anaknya. Apalagi sejak suaminya meninggal, Bu Saidah tak punya sisa tabungan dan harta benda lagi.
Upah jual gorengan hanya 15-20 ribu/hari, sedangkan waktu itu biaya pengobatan mencapai 100 juta. Akhirnya, seluruh barang yang ia punya sudah dijual untuk bolak balik ke rumah sakit dan menebus obat. Kini, hanya tersisa motor satu-satunya yang ia pakai untuk mencari nafkah.

Bu Saidah bingung karena udah keliling seharian hingga sore, dagangannya masih belum laku. Padahal motornya juga udah kehabisan bensin, bahkan sering mogok di jalan. Bagaimana dengan kebutuhan sehari-hari mereka?

Bu, aku mau sekolah lagi seperti anak yang lain..kapan aku bisa sekolah bu?
Bu Saidah hanya bisa menghela napas sambil memeluk Zhevanya. Setelah dipulangkan dari rumah sakit, dokter bilang Zhevanya harus penuhi nutrisi yang cukup untuk pemulihannya. Risiko terburuknya, ususnya bisa meradang kembali.
Sahabat, ini semua terlalu berat untuk bu Saidah hadapi sendiri. Sementara perjalanan Zhevanya untuk menjemput kesembuhan masih sangat panjang. Ia butuh asupan gizi yang baik dan cukup. Zheva juga masih ingin sekolah seperti anak-anak yang lain.
Ia dan ibunya tak bisa berjuang sendirian, mereka sangat membutuhkan uluran tanganmu untuk pemulihan dan bertahan hidup.
Yuk, ulurkan tanganmu untuk membantu Zhevanya hidup layak dengan cara:
Terima Kasih Orang Baik!
Donasi dari galang dana ini juga akan digunakan untuk penerima manfaat dengan kondisi dan kebutuhan serupa lainnya di bawah naungan Rumah Peduli Annisa.
![]()
Menanti doa-doa orang baik