ImageSakit Parah, Anak-Anak Ini Butuh Pengobatan Segera...
Image

Sakit Parah, Anak-Anak Ini Butuh Pengobatan Segera

Rp 2.202.688 terkumpul dari Rp 250.000.000
98 Donasi sudah berakhir

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Anak-anak yang tengah berjuang melawan sakit ini membutuhkan pengobatan segera yang tak bisa mereka tanggung sendiriTanpa orang tua, mereka harus berjuang melawan rasa sakit dalam keterbatasan. 

Rayya, anak berumur 7 tahun mengalami luka bakar 25% di tubuhnya dari musibah kebakaran. Sekujur tubuh dan wajah anak yatim ini melepuh terbakar akibat kena ledakan tabung gas! Kini, kulitnya terus mengeluarkan nanah dan darah. Tak ada yang tersisa. Tanpa orang tua, Rayya merintih kesakitan mencari sang Ibu, sedangkan ibunya meninggal saat menolong Rayya dari kecelakaan.. 

ddcea742-5208-40fc-a3e3-87731060d1ab.jpg

Dari kepala sampai kaki habis terbakar. Kulitnya terlepas dari tubuhnya. Penuh darah & nanah.. Telinga putus, serta jari-jari Rayya juga menyatu, bahkan tak punya mata kaki.  Ibu Rayya mengalami luka bakar berat hingga 90%. Sang ibu hanya mampu bertahan 24 jam saja sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Rayya masih belum tahu bahwa ia tak akan bisa lagi melihat sang ibu.

Hanya ada kakek dan nenek yang merawat Rayya selama masa pengobatan, mereka tak kuasa untuk memberitahunya. Yang Rayya tahu, ia akan memanggil-manggil sang ibu ketika merasa kesakitan.

 

7a209fd7-e867-43ec-a8d0-741730131dc4.jpg

Kakek Rayya bekerja sebagai petani, per hari hanya dibayar 25-35 ribu. Upah kakeknya tak bisa memenuhi biaya pengobatan bahkan operasi. Rayya hanya diberi obat salep dan dibersihkan luka setiap hari. Kakek Rayya sering menangis ketika tak sanggup membeli perban untuk Rayya. 

Kini, tak ada hal lain yang bisa dirasakan oleh Rayya selain rasa sakit, perih, panas dan gatal di sekujur tubuhnya. Dokter mengatakan bahwa luka bakar di tubuh Rayya tak bisa terselamatkan kecuali harus transplantasi kulit dengan biaya bisa mencapai biaya ratusan juta. 

90f45bdf-d4bf-4693-8cd5-525a82809a24.jpg

Rayya ingin segera sembuh, bisa kembali ke sekolah dan kembali ke keluarganya yang ada di Banyuwangi. Namun perjuangannya untuk bisa pulih tentu tak mudah, apalagi tak ada sosok ibunya yang bisa mendampingi.

Selain Rayya, ada Almira juga yang harus berjuang mulai dari ketidakhadiran orangtua dalam hidupnya, hingga kanker mata Retinoblastoma yang merenggut mata indahnya.

sianya baru 3 tahun. Almira tinggal bersama kakek dan neneknya setelah ditinggalkan kedua orangtuanya. Ayah Almira dipenjara, sedangkan ibunya kabur bersama pria lain.

Beberapa bulan yang lalu muncul satu titik di bola matanya seperti mata kucing. Lama-lama mata Almira menjadi merah dan bengkak. Bahkan mata Almira menggembung dan membuat penglihatannya terganggu. 

Tiap hari Almira menangis karena rasa sakit yang luar biasa pada mata dan seluruh wajahnya. Kakek dan neneknya hanya bisa memeluk sambil berdoa agar Almira bisa segera dioperasi dan mendapatkan pengobatan yang layak.

Kondisi Almira menjadi makin parah dengan begitu cepat. Almira harus operasi pengangkatan bola mata sesegera mungkin. Tapi kakek dan nenek Almira hanya pedagang gorengan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. 

Almira dan Raya, bukan satu-satunya yang membutuhkan pertolongan. Faizah, anak kecil berumur 4 tahun ini juga harus menghadapi sakit sendirian tanpa orang tua,

Mata Faizah rusak parah karena kena batu saat bermain dengan teman-temannya. Sejak itu matanya selalu perih sampai keluar nanah dan sensitif dengan cahaya yang terang, termasuk televisi.

Faizah ditelantarkan orang tuanya, saat ini hanya neneknya Nenek Sunariyah yang merawat Faizah di usia senjanya. Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat Faizah nggak bisa melanjutkan pengobatan di dokter. Sampai sekarang mata kirinya masih perih, setiap keluar nanah cuma ditutup pakai tisu yang terselip di kacamatanya.

“Berkali-kali Faizah merengek, minta masuk sekolah. Tapi kalau dipaksakan, saya takut matanya malah makin gelap dan nggak bisa melihat lagi” ucap sang nenek.

Nenek Sunariyah jualan nasi jinggo sampai maghrib tapi hasilnya jarang banget bisa nutup modal jualan. Malahan sering nggak laku atau dibagi ke orang sekitar di perjalanan pulang. Padahal Faizah butuh cepat berobat, tapi sang nenek nggak bisa berbuat banyak.

Mereka bukan hanya membutuhkan pengobatan, tapi juga uluran tangan dari kita semua untuk melewati masa sulit ini. Setiap bantuan, sekecil apa pun, berarti besar bagi kehidupan anak-anak yang sedang berjuang ini. Jangan biarkan mereka menghadapi sakit dan kesendirian sendirian—bersama, kita bisa menjadi kekuatan yang mengubah nasib mereka. Sahabat, mari kita tolong pengobatan mereka segera dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”;

2. Masukkan nominal donasi;

3. Pilih metode pembayaran GoPay atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera;

4. Dapatkan laporan melalui email.

Tak hanya mendoakan dan berdonasi, saudara-saudara juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang membantu.

Terima Kasih Orang Baik!

Donasi dari galang dana ini juga akan digunakan untuk penerima manfaat dengan kondisi dan kebutuhan serupa lainnya di bawah naungan Rumah Peduli Annisa.

 

  • June, 13 2025

    Campaign is published

Orang Baik9 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 20.656
Orang Baik9 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 15.469
Orang Baik9 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 15.399
Orang Baik9 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 15.438
Orang Baik9 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 15.388

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close