ImageRawat Ibunya, Jangan Biarkan Anak-Anak Ini Berjuan...
Image

Rawat Ibunya, Jangan Biarkan Anak-Anak Ini Berjuang Sendiri

Rp 11.261.815 terkumpul dari Rp 120.000.000
120 Donasi sudah berakhir

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Di tengah perjuangan hidup yang tak mudah, anak-anak ini harus berjuang mencari nafkah demi kesehatan sang ibu. Mereka  bukan anak-anak biasa, di usia yang seharusnya bermain, mereka bekerja keras demi ibu yang sakit dan butuh biaya pengobatan segera. 

Namanya Hadi, Semenjak ibunya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kakinya diamputasi, Hadi banting tulang bekerja menjadi driver ojol. Namun, karena masih dibawah umur dan belum memiliki SIM Hadi hanya mengambil pesanan makanan dengan menaiki sepeda.

“Kak, saya mohon jangan cancel orderannya. Ibu habis kecelakaan & kakinya diamputasi. Jadi, saya pakai akunnya buat cari uang. Maaf kalo agak lama ya kak, saya anternya naik sepeda..”

Itulah kata-kata yang selalu Hadi ucapkan setiap kali orderan masuk di akun ojolnya. Ia khawatir jika customer kecewa lalu mengcancel orderan dan memberinya bintang 1

Perjuangannya tak berhenti sampai disitu. Bocah berusia 15 tahun ini juga merelakan sekolahnya demi merawat ibu dan menafkahi 2 adiknya yang masih kecil. Sebab, sejak ibu sakit tak ada yang tersisa selain hutang.Seluruh tabungan pun ludes untuk biaya pengobatan.

“Motor milik ibu rencananya juga mau dijual kak, soalnya kami masih butuh biaya buat berobat dan kontrol ke RS. Udah 3 bulan gak berobat, tiap hari ibu nangis kesakitan. Aku dan adik-adik takut kehilangan ibu..”ucapnya dengan mata berkaca-kaca. 

Meski pendapatannya tak seberapa, Hadi senang bisa pulang membawa uang. Setidaknya ia bisa membeli mie atau telur untuk keluarganya agar tak kelaparan. 

Setiap melewati sekolahan, Hadi menjadi sedih. Sebenarnya dia ingin kembali ke sekolah bersama adik-adiknya. Namun, keinginan itu harus ia pendam demi sang ibu. 

Hadi tidak sendiri, di tempat lain ada anak kecil bernama Andrian yang berusia 10 tahun dan mengidap bronkitis akut, namun Ia tetap berjuang banting tulang untuk merawat ibunya hingga akhirnya sang Ibu wafat. 

 
Andrian adalah seorang anak yatim piatu, ia hanya tinggal dengan kakak perempuannya yang bernama Rani (18 tahun) seorang buruh laundry. Sang ayah sudah meninggal sejak mereka kecil, sedangkan sang ibu baru saja meninggal dua bulan yang lalu.
 
 
Sudah dua bulan Andrian (10 tahun) menderita sakit bronkitis akut. Ia sering mengeluh dadanya sesak, demam tinggi, dan muntah-muntah. Namun, sejak pertama ia merasakan sakit yang tidak biasa itu Andrian tak pernah berobat hingga penyakitnya semakin parah. 

Tiap jualan, dada Andrian sering sakit & susah napas, kak. Sampai suatu hari aku ketemu sama om baik & diantar ke rumah sakit. Kayaknya kalo gak dibantu, aku udah pingsan di jalan..” lirih Andrian sambil menahan sakit. 

 

#OrangBaik, Hadi dan Rian memikul beban yang sangat berat di usianya yg masih belia, jika ada sedikit rezeki, yuk bantu perjuangannya dengan cara:

1.⁠ ⁠Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2.⁠ ⁠Masukkan nominal donasi
3.⁠ ⁠Pilih metode pembayaran transfer Bank
4.⁠ ⁠Dapatkan laporan melalui WhatsApp paling lambat 2x24 jam setelah berdonasi. 

Terima Kasih Orang Baik!

Donasi dari galang dana ini juga akan digunakan untuk penerima manfaat anak lainnya di bawah naungan Rumah Peduli Annisa.

 

  • June, 12 2025

    Campaign is published

Indra10 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 54.666
Orang Baik10 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 102.519
Mafly11 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 51.324
Orang Baik11 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 54.547
Orang Baik11 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 29.065

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close